Selasa, 11 September 2018
Jogja kota sejuta kenangan
Diposting oleh The secret book di 10.27 0 komentar
Yeeehhhhh comeback :D
H-1
H-1
Ara berkali kali
menatap arloji merah yang melingkar ditangan kirinya . Nampak raut wajah gelisah
terpampang jelas di raut wajahnya .
“Arghhhhhh.
Udah jam setengah 11 ini . Ko belum pulang juga sih . Mana belum packing buat
besok” gerutunya dalam hati . Malam semakin larut . Jam sudah menunjukan pukul
11 malam . Nampaknya masih juga belom ada tanda-tanda pulang . Emosi yg semakin memuncak , membuatnya
memberanikan diri menegur atasannya .
“Pak
udah jam berapa ini ? Mau pulang jam berapa ? . Rumah saya paling jauh loh
disini , mana dijalan gelap lagi” cerocosnya pada atasannya yang bertubuh
mungil itu . Ara yg tingginya 167 dan berat badannya 60 kg membuatnya terlihat
lebih besar dibandingkan atasannya yg bertubuh jauh lebih kecil dengan tinggi
160 dan berat badan 50 kg . Untuk ukuran seorang pria , itu termasuk mungil .
‘Selow
sih , ngegass amat” jawab atasannya ketus. Mendengar jawaban atasannya seperti
itu membuat emosi Ara semakin memuncak . Bagaimana mungkin ada seseorang yang
semenyebalkan itu . Ara bukan tidak professional bekerja . Tapi memang waktunya
sudah melebihi jam kerja yang biasanya
pulang jam 10 . Belom lagi , jarak dari rumah Ara ketempat kerjanya , kisaran 1
jam. Selain itu jalan yang dilewati Ara juga gelap . Maklum rumahnya dipelosok
desa , masih minim penerangan.
“Yaudah
terserah luh pak . Gue mau pulang aja . Ini udah ngelewatin jam kerja . Lagian
kan lo tau sendiri rumah gue paling jauh dari yg lain . Rawan lagi . Kalau ada
apa-apa lu mau tanggung jawab hahhh “ Ucap Ara dengan nada kasar sambil berlalu
pergi meninggalkan atasannya yang diam mematung .
Kini Ara sudah berdiri di motor mungil kesayangannya ,
warnanya putih . Memang Ara masih disekitar lingkungan tempat kerjanya . Tapi
masa bodo , mau atasannya menegurnya atau tidak . Karena yang dia tau ,
sekarang sudah bukan saatnya bekerja lagi .
Ia mengambil handhone disaku bajunya . Mengecek whatsapp , seolah menunggu
seseorang membalasnya . Dan benar saja , orang yang ia tunggu membalas pesannya
tak kunjung merespon . Padahal Ara sudah menelponnya puluhan kali saat ia
istirahat tadi . Dan Aara pun sudah spam chat , tapi masih belom ada jawaban
juga . Malam semakin larut . Ara memutuskan untuk melajukan motornya pulang
kerumah . Tersebit keraguan di hatinya , mungkinkah acara besok tetap
terlaksana . Dengan kondisi hari ini yang tak kunjung ada balasan dari seseorang
di ujung sana .
Sementara itu Piya yang sibuk dengan komputernya ,
membuatnya tak menghiraukan suara yg terus berdering dari handphone nya ,
bahakan ia tak mendengarnya sama sekali saking sibuknya berkutat dengan
pekerjaannya . Setumpuk berkas-berkas masih menumpuk dimeja kerjanya . Waktu
sudah menunjukan pukul 11 malam . Dan belum setengahnya dari pekerjaannay yang
terselesaikan . Maklum saja , esok dia hendak cuti selama seminggu , sehingga
boss nya membuatnya bekerja sampai larut malam .
“Akhirnya
selesai juga “ Ucapnya , Tepat di jam 2 pagi . Piya memijit lehernya berkali
kali . Pegel . Itu yang kini dia rasakan . Dan tentu saja rasa kantuk
menyelimutinya . Tak banyak membuang waktu , ia langung berpamitan kepada
bosnya dan bergegas pulang kerumah .
Piya mengambil handphone dilaci meja kerja nya. Semenjak
tadi ia masuk kerja , tak sekalipun ia menyentuh hp kesayangannya itu . Ia
ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya . Betapa terkejutnya , saat mengecek hp
nya , ada 37 panggilan tak terjawab dan 80 spam chat .
“Siapa
ini yang ngehubungin sebanyak ini “Pikirnya dalam hati .
Langsung saja setelah ia tau siapa yg menghubuhnginya
sebanyak itu , ia langsung menelpon kembali orang itu .
“Hallo “
ucap seseorang di seberang telpon dengan suara parau seperti orang yang masih
tidur .
“Ada
apa ra nelpon ? Sorry tadi piya lagi kerja , mangkannya ngga sempet angkat “ Ucap pia dengan seseorang yang masih
setengah sadar itu . Dan tentu saja dia adalah Ara .
“Ngga ,
gue Cuma mau nanyain gimana besok otw jadi ngga ? abis lu ngga ada kabar sih “
jawab Ara
“Iya
jadi lah”
“Oke”
langsung ditutupnya telpon itu oleh Ara
Ara yang sebelumnya masih setengah sadar . Bergegas cuci
muka ke kamar mandi . Ara lupa , belum packing sama sekali . Mungkin lebih
tepatnya bukan lupa , ia menunggu kabar dari Piya dulu . Takutnya ia sudah
packing , tapi piya malah membatalkan acara yg sudah direncanakan mereka berdua
rencanakan dari setahun sebelumnya
Sabtu, 20 Februari 2016
Untukmu yang masih disamarkan namanya oleh Tuhan
Diposting oleh The secret book di 19.52 0 komentar
Hati ini masih sunyi , hati ini masih lelah , dan sekali lagi hati ini masih merasa sepi .
Apa yg harus aku lakukan dalam keadaan seperti ini ?
Haruskah aku keluar dalam zona ini ?
Tapi , bagaimana ?
Bagaimana caraku melakukannya ?
Sedangkan kau ! Pria yg masih disamarkan oleh Tuhan . Dimana kau berada ?
Kapan kau akan menghiasi kesepian hati ini ?
Lelah . Sungguh , aku sangat lelah . Harus berapa lama lagi aku bertemu dg orang yg salah , hingga akhirnya aku akan dipertemukan olehmu ,orang yg tepat .
Tapi , kapan hal itu akan terjadi ?
Kapan aku akan bertemu denganmu ?
Apakah usiaku masih sanggup menunggu saat itu ? Entahlah . Aku tak tau .
Wahai kau ..
Pria yg masih disamarkan oleh Tuhan .
Ketahuilah , aku disini selalu menantimu .
Aku memang tidak secantik wanita yg oernah hadir dihidupmu . Tapi , aku akan selalu berusaha untuk mempercantik rupa dan hati ku .
Bila saatnya tiba kita bertemu , mungkin aku malu untuk memandangmu . Tapi , terang-terangan kau lah yg selalu ku ceritakan pada Tuhan bahkan jauh sebelum kita dipertemukan .
Jangan pernah menganggap aku tak pernah melakukan apapun untuk mencarimu , justru hal yg aku lakukan lebih sulit dari pada apa yg kamu bayangkan .
Setiap hari disepertiga malqm , aku selalu menyempatkan untuk bangun dan bersujud pada Tuhan . Hanya untuk mendoakanmu , agar kau segera cepat menemukanku .
Begitu banyak pria yg mencoba mendekatiku, menyentuh hatiku , dan membuatku terbuai oleh rayuannya . Tahukah kau , aku berusaha mati-matian untuk tidak tergoda akan hal itu .
Aku menjaga diriku selama ini . Tak membiarkan pria manapun menyentuhku . Selain kamu . Pria yg masih disamarkan oleh Tuhan .
Tidakkah kau menganggap itu semua sulit untuk dilakukan ..
Ya Tuhan ..
Siapakah dia ?
Siapa pria yg masih kau samarkan itu keberadaannya ?
Kapan kau mempertemukanku dengannya ?
Aku lelah sekali . Sungguh aku sangat lelah .
Jangan biarkan ku dipertemukan dg orang yg salah lagi.
Ku titipkan sekeping hatiku ini pada_Mu . Karena ku yakin Engkau akan menyatukannya dengan kepingan hati yg mmembuat cinta kami sempurna di matamu.
Apa yg harus aku lakukan dalam keadaan seperti ini ?
Haruskah aku keluar dalam zona ini ?
Tapi , bagaimana ?
Bagaimana caraku melakukannya ?
Sedangkan kau ! Pria yg masih disamarkan oleh Tuhan . Dimana kau berada ?
Kapan kau akan menghiasi kesepian hati ini ?
Lelah . Sungguh , aku sangat lelah . Harus berapa lama lagi aku bertemu dg orang yg salah , hingga akhirnya aku akan dipertemukan olehmu ,orang yg tepat .
Tapi , kapan hal itu akan terjadi ?
Kapan aku akan bertemu denganmu ?
Apakah usiaku masih sanggup menunggu saat itu ? Entahlah . Aku tak tau .
Wahai kau ..
Pria yg masih disamarkan oleh Tuhan .
Ketahuilah , aku disini selalu menantimu .
Aku memang tidak secantik wanita yg oernah hadir dihidupmu . Tapi , aku akan selalu berusaha untuk mempercantik rupa dan hati ku .
Bila saatnya tiba kita bertemu , mungkin aku malu untuk memandangmu . Tapi , terang-terangan kau lah yg selalu ku ceritakan pada Tuhan bahkan jauh sebelum kita dipertemukan .
Jangan pernah menganggap aku tak pernah melakukan apapun untuk mencarimu , justru hal yg aku lakukan lebih sulit dari pada apa yg kamu bayangkan .
Setiap hari disepertiga malqm , aku selalu menyempatkan untuk bangun dan bersujud pada Tuhan . Hanya untuk mendoakanmu , agar kau segera cepat menemukanku .
Begitu banyak pria yg mencoba mendekatiku, menyentuh hatiku , dan membuatku terbuai oleh rayuannya . Tahukah kau , aku berusaha mati-matian untuk tidak tergoda akan hal itu .
Aku menjaga diriku selama ini . Tak membiarkan pria manapun menyentuhku . Selain kamu . Pria yg masih disamarkan oleh Tuhan .
Tidakkah kau menganggap itu semua sulit untuk dilakukan ..
Ya Tuhan ..
Siapakah dia ?
Siapa pria yg masih kau samarkan itu keberadaannya ?
Kapan kau mempertemukanku dengannya ?
Aku lelah sekali . Sungguh aku sangat lelah .
Jangan biarkan ku dipertemukan dg orang yg salah lagi.
Ku titipkan sekeping hatiku ini pada_Mu . Karena ku yakin Engkau akan menyatukannya dengan kepingan hati yg mmembuat cinta kami sempurna di matamu.
Kamis, 18 Februari 2016
Kau masih satu-satunya
Diposting oleh The secret book di 17.53 0 komentar
Bagaimana ini ?
Bagaimana mungkin aku merasan hal ini ?
Tidak tidak . Ini tidak mungkin .
Siapa dia ?
Pria bertumbuh tinggi dan memakai hedset . Postur tubuhnya sama sepertimu . Dan . Nama depannya sama sepertimu , berinisial A . Ahhhhh .... aku tak mungkin merasakan hal ini .
Mungkinkah dia sosok yg akan menggantikan posisimu dihatiku . Tidak tidak itu tidak mungkin . Dia hanya orang asing yg tak ku kenal sebelumnya . Meskipun postur tubuhnya dan inisial namanya sama sepertimu . Tidak . Jelas kalian berbeda .
Tapi , aku nyaman bersamanya . Meskipun aku dan dia belum lama kenal . Tapi sosoknya membuat semangat sekolahku seakan tumbuh kembali . Tidak . Itu tidak mungkin . Kau masih satu-satunya penyemangatku , walaupun kejadian waktu ituvtelah menghancurkan semuanya . Tak bisa aku pungkiri , semangatku tumbuh kembali saat ku mengenalnya .
Bagaimana jika dia menghancurkan semuanya kembali ? seperti yg pernah kau lakukqn . Aku tak bisa . Aku tak bisa jika harus menangis lagi . Aku tak bisa jika kepingan hatiku semakin hancur.
Lalu , apa yg harus kulakukan sekarang ?
Membiarkannya semakin masuk ke hatiku dan menggeser posisi mu ?
Tapi bagaimana jika semuanya terulang seperti dulu lagi ? Bagaimana jika dia menghempaskanku sepdrti yg pernah kau lakukan . !Arggghhhhhhhhhhhh . Aku tak bisa membayangkannya .
Bagaimana mungkin aku merasan hal ini ?
Tidak tidak . Ini tidak mungkin .
Siapa dia ?
Pria bertumbuh tinggi dan memakai hedset . Postur tubuhnya sama sepertimu . Dan . Nama depannya sama sepertimu , berinisial A . Ahhhhh .... aku tak mungkin merasakan hal ini .
Mungkinkah dia sosok yg akan menggantikan posisimu dihatiku . Tidak tidak itu tidak mungkin . Dia hanya orang asing yg tak ku kenal sebelumnya . Meskipun postur tubuhnya dan inisial namanya sama sepertimu . Tidak . Jelas kalian berbeda .
Tapi , aku nyaman bersamanya . Meskipun aku dan dia belum lama kenal . Tapi sosoknya membuat semangat sekolahku seakan tumbuh kembali . Tidak . Itu tidak mungkin . Kau masih satu-satunya penyemangatku , walaupun kejadian waktu ituvtelah menghancurkan semuanya . Tak bisa aku pungkiri , semangatku tumbuh kembali saat ku mengenalnya .
Bagaimana jika dia menghancurkan semuanya kembali ? seperti yg pernah kau lakukqn . Aku tak bisa . Aku tak bisa jika harus menangis lagi . Aku tak bisa jika kepingan hatiku semakin hancur.
Lalu , apa yg harus kulakukan sekarang ?
Membiarkannya semakin masuk ke hatiku dan menggeser posisi mu ?
Tapi bagaimana jika semuanya terulang seperti dulu lagi ? Bagaimana jika dia menghempaskanku sepdrti yg pernah kau lakukan . !Arggghhhhhhhhhhhh . Aku tak bisa membayangkannya .
Kamis, 07 Januari 2016
Senja yang menjadi saksi
Diposting oleh The secret book di 18.10 0 komentar
Aku terdiam . Menatap langit senja yg akan segera berlalu . Hamparan sawah nan indah , membuat keindahan langit jingga semakin tampak memanjakkan mata . Aku masih terdiam . Mimpi itu terus menari-nari di dalam pikiranku. Aku tak tau , mungkinkah itu hanyalah bunga tidur atau suatu petunjuk dari Tuhan agar ku segera bangkit dari keterpurukan . 4 tahun aku terus menyimpan perasaan ini , kepada sosok yg membuat hati dan perasaanku bimbang . Terkadang dia mengatakan cinta , dan dilain kesempatan pula dia mengatakan dusta . Hingga pada puncaknya , kami benar-benar berpisah ..
Aku masih terdiam . Aku harus apa sekarang ? . Haruskah aku segera bangkit dari keterpurukanku . Ataukah tetap stay menunggunya sampai Tuhan menjemputku . Arrgggghhhhhh ... kepalaku rasanya pening . Pusing memikirkan hati dan perasaanku sendiri ..
"Ara" teriak sosok wanita paruh baya yg menhancurkan lamunanku . Aku terhanyak . Aku mendongakan kepalaku . Dan ternyata, itu mamah .
"Mamah cari kamu kemana-mana sayang . Ternyata kamu disini . Sedang apa kamu ditempat ini ? " Ucapnya lembut . Aku masih terdiam .
"Kamu masih mengingat Rahman ? " Lanjutnya . Tapi kali ini , pertanyaan mamah membuat air mataku tumpah . Tak ada kata . Aku langsung memeluk mamah dengan erat . Mamah tak berontak , seolah mengerti bahwa hanya pelukan kasih ibu yg mampu menenangkanku saat ini .
"Menangislah nak . Jika air mata mampu membuat perasaanmu lega . Tapi .. " Kalimat mamah menggantung . Dan aku masih menangis dalam pelukannya .
Mamah melepaskan pelukannya tapi dengan sangat lembut . Mamah menyentuh wajahku dan menghapus air mataku "Mau sampai kapan kamu terus seperti ini nak ? . Mau sampai kapan menyiksa hidupmu terus . Sudah hampir 4 bulan kamu menghabiskan waktu dengan menangis . Lihat matamu ini sayang , bengkak . Wajahmu pun sangat pucat . Tubuhmu jadi kurus kering seperti ini . Kamu tak mau sekolah . Hanya mengkonsumsi mie instan . Mamah tak tega melihat keadaanmu seperti ini" Kini mamah yg mulai menangis . Aku tak sampai hati melihatnya ..
"Mamah jangan nangis . Mamah tidak perlu memperdulikkan keadaanku . Aku baik-baik saja mah . Aku hanya ingin membuktikan rasa cintaku pada Rahman . Aku hanya ingin Rahman tau bahwa aku tulus mencintainya" Ujarku .
"Tidak sayang . Tidak dengan seperti ini kamu membuktikan rasa cintamu . Apa 4 tahun itu tidak cukup untukmu mencintai Rahman dengan rasa sakit . Rahman menghinamu , tapi kamu tetap bertahan untuknya . Dia meninggalkanmu , dan kamu tetap setia untuknya . Tapi , kamu harus sadar . Kejadian lalu , itu adalah perpisahan yg nyata antara kamu dan dan Rahman . Dia sudah tidak mencintai kamu . Kamu harus sadar itu . Kamu tidak bisa menunggu dia lebih dari ini " Ucap mamah dengan lugas , cepat , dan efektif . Tetapi , kalimat mamah seperti belati yg menusuk jantungku . Perih sekali . Tapi, itulah kenyataannya .
"Maafkan mamah karena mengatakan ini . Apa yg mamah ucapkan ini benar sayang . Kamu harus wake up . Hidup kamu tidak berhenti sampai disini . Kamu malah menyiksa diri kamu jika terus seperti ini . Bukannya membuktikan cintamu . Tapi justru itu malah membuat Rahman menjadi bangga , karena telah membuat anak gadis mamah tersiksa seperti ini . Seharusnya kamu buktikan pada Rahman . Kamu bisa hidup tanpa dia . Kamu bukan wanita lemah . Kamu wanita kuat . Ini bukan akhir segalanya" Lanjutnya .
Aku mulai berpikir . Apa yang dikatakan mamah itu benar . Ini bukan akhir dari segalanya . Aku harus bisa membuktikan pada Rahman , aku bukan wanita lemah, aku wanita kuat . Aku mulai berpikir lebih seksama . Hidup ini terlalu berharga untuk dihabiskan dengan menangisi sesuatu yg sudah tak mungkin tergenggam kembali .
Kini , aku yg gantian menghapus air mata mamah . Bibir ku mulai melengkungkan senyum . Kebahagiaan nampak jelas dari raut wajah mamah .
"Mamah benar . Ini bukan akhir dari segalanya . Aku harus bangkit . Maafkan aku karena telah larut dalam kesedihan . Maafkan aku mah . Besok aku akan sekolah lagi mah . Aku akan menjadi Ara seperti dulu lagi . Wanita periang , cerdas , dan kuat . Terimakasih mamah" Aku memeluk mamah dengan sangat erat , mamah pun memelukku juga dengan sangat erat . Langit jingga menjadi saksi kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya ..
Aku masih terdiam . Aku harus apa sekarang ? . Haruskah aku segera bangkit dari keterpurukanku . Ataukah tetap stay menunggunya sampai Tuhan menjemputku . Arrgggghhhhhh ... kepalaku rasanya pening . Pusing memikirkan hati dan perasaanku sendiri ..
"Ara" teriak sosok wanita paruh baya yg menhancurkan lamunanku . Aku terhanyak . Aku mendongakan kepalaku . Dan ternyata, itu mamah .
"Mamah cari kamu kemana-mana sayang . Ternyata kamu disini . Sedang apa kamu ditempat ini ? " Ucapnya lembut . Aku masih terdiam .
"Kamu masih mengingat Rahman ? " Lanjutnya . Tapi kali ini , pertanyaan mamah membuat air mataku tumpah . Tak ada kata . Aku langsung memeluk mamah dengan erat . Mamah tak berontak , seolah mengerti bahwa hanya pelukan kasih ibu yg mampu menenangkanku saat ini .
"Menangislah nak . Jika air mata mampu membuat perasaanmu lega . Tapi .. " Kalimat mamah menggantung . Dan aku masih menangis dalam pelukannya .
Mamah melepaskan pelukannya tapi dengan sangat lembut . Mamah menyentuh wajahku dan menghapus air mataku "Mau sampai kapan kamu terus seperti ini nak ? . Mau sampai kapan menyiksa hidupmu terus . Sudah hampir 4 bulan kamu menghabiskan waktu dengan menangis . Lihat matamu ini sayang , bengkak . Wajahmu pun sangat pucat . Tubuhmu jadi kurus kering seperti ini . Kamu tak mau sekolah . Hanya mengkonsumsi mie instan . Mamah tak tega melihat keadaanmu seperti ini" Kini mamah yg mulai menangis . Aku tak sampai hati melihatnya ..
"Mamah jangan nangis . Mamah tidak perlu memperdulikkan keadaanku . Aku baik-baik saja mah . Aku hanya ingin membuktikan rasa cintaku pada Rahman . Aku hanya ingin Rahman tau bahwa aku tulus mencintainya" Ujarku .
"Tidak sayang . Tidak dengan seperti ini kamu membuktikan rasa cintamu . Apa 4 tahun itu tidak cukup untukmu mencintai Rahman dengan rasa sakit . Rahman menghinamu , tapi kamu tetap bertahan untuknya . Dia meninggalkanmu , dan kamu tetap setia untuknya . Tapi , kamu harus sadar . Kejadian lalu , itu adalah perpisahan yg nyata antara kamu dan dan Rahman . Dia sudah tidak mencintai kamu . Kamu harus sadar itu . Kamu tidak bisa menunggu dia lebih dari ini " Ucap mamah dengan lugas , cepat , dan efektif . Tetapi , kalimat mamah seperti belati yg menusuk jantungku . Perih sekali . Tapi, itulah kenyataannya .
"Maafkan mamah karena mengatakan ini . Apa yg mamah ucapkan ini benar sayang . Kamu harus wake up . Hidup kamu tidak berhenti sampai disini . Kamu malah menyiksa diri kamu jika terus seperti ini . Bukannya membuktikan cintamu . Tapi justru itu malah membuat Rahman menjadi bangga , karena telah membuat anak gadis mamah tersiksa seperti ini . Seharusnya kamu buktikan pada Rahman . Kamu bisa hidup tanpa dia . Kamu bukan wanita lemah . Kamu wanita kuat . Ini bukan akhir segalanya" Lanjutnya .
Aku mulai berpikir . Apa yang dikatakan mamah itu benar . Ini bukan akhir dari segalanya . Aku harus bisa membuktikan pada Rahman , aku bukan wanita lemah, aku wanita kuat . Aku mulai berpikir lebih seksama . Hidup ini terlalu berharga untuk dihabiskan dengan menangisi sesuatu yg sudah tak mungkin tergenggam kembali .
Kini , aku yg gantian menghapus air mata mamah . Bibir ku mulai melengkungkan senyum . Kebahagiaan nampak jelas dari raut wajah mamah .
"Mamah benar . Ini bukan akhir dari segalanya . Aku harus bangkit . Maafkan aku karena telah larut dalam kesedihan . Maafkan aku mah . Besok aku akan sekolah lagi mah . Aku akan menjadi Ara seperti dulu lagi . Wanita periang , cerdas , dan kuat . Terimakasih mamah" Aku memeluk mamah dengan sangat erat , mamah pun memelukku juga dengan sangat erat . Langit jingga menjadi saksi kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya ..
Sabtu, 26 Desember 2015
Bicaralah ..
Diposting oleh The secret book di 23.08 0 komentar
Aku tak tau harus memulai ini dari mana. Aku tak tau harus berkata apa lagi. Rasanya aku masih belum bisa percaya bahwa kamu telah bener-bener pergi -,-
Waktu serasa berjalan lebih cepat dari biasanya. Belum lama kamu menghubungiku lagi dan sekarang-kita telah benar-benar terpisah. Aku berusaha menghubungimu tapi tak ada respon berarti darimu. Aku menginvite bbm mu tapi kau pun tak meresponnya juga. Entah apa lagi yg bisa aku lakukan. Rasanya aku benar-benar putus asa :'(
Move on memang kata yg mudah. Tapi melakukannya itulah yg sulit bahkan sangat sulit bagiku. Banyak laki-laki yang menawarkan cintanya untukku tapi sampai saat ini kau masih satu-satunya yang mengisi relung hatiku dan entah kapan kau akan beranjak pergi ..
Tolong bicaralah ..
apakah masih ada cinta dalam hatimu ?
Walaupun hanya sedikit, itu cukup membuatku tersenyum .
Bicaralah ..
jangan terus diam seperti ini.
Sulit sekali rasanya melupakanmu. Sedangkan kau begitu mudah melakukannya.
Aku mencintaimu. Entah kata apa lagi yg mampu mendeskripsikan perasaanku padamu.
Aku mencintaimu . ..
dan apakah mungkin kau memiliki rasa yg sama ??
Tolong bicaralah ...
jangan diam seperti ini -,-
Waktu serasa berjalan lebih cepat dari biasanya. Belum lama kamu menghubungiku lagi dan sekarang-kita telah benar-benar terpisah. Aku berusaha menghubungimu tapi tak ada respon berarti darimu. Aku menginvite bbm mu tapi kau pun tak meresponnya juga. Entah apa lagi yg bisa aku lakukan. Rasanya aku benar-benar putus asa :'(
Move on memang kata yg mudah. Tapi melakukannya itulah yg sulit bahkan sangat sulit bagiku. Banyak laki-laki yang menawarkan cintanya untukku tapi sampai saat ini kau masih satu-satunya yang mengisi relung hatiku dan entah kapan kau akan beranjak pergi ..
Tolong bicaralah ..
apakah masih ada cinta dalam hatimu ?
Walaupun hanya sedikit, itu cukup membuatku tersenyum .
Bicaralah ..
jangan terus diam seperti ini.
Sulit sekali rasanya melupakanmu. Sedangkan kau begitu mudah melakukannya.
Aku mencintaimu. Entah kata apa lagi yg mampu mendeskripsikan perasaanku padamu.
Aku mencintaimu . ..
dan apakah mungkin kau memiliki rasa yg sama ??
Tolong bicaralah ...
jangan diam seperti ini -,-
Jumat, 25 Desember 2015
DREAMS (Mungkinkah ini pertanda ?)
Diposting oleh The secret book di 09.37 0 komentar
Aku terbangun dipagi hari . Ada perasaan berbeda pagi ini .
Entah bahagia. Entah sedih. Entahlah -,-
Semua berawal darii mimpi semalam
"Mah kita mau kemana ? . Tumben-tumbenan sekeluarga besar mau pergi bareng ?. " Mamah tak menanggapi pertanyaanku. Ia tetap melanjutkan langkahnya-sambil menggandeng tanganku tentunya .
Entah sudah berapa lama aku mengikuti langkah kaki mamah. Rasanya kaki ku ini serasa mau patah. Pegel. Cape .
Mamah yang melihat aku memegang lututku terus , hanya bisa tersenyum.
Entah apa arti dari senyumanitu. Entah mengeledekku atau kasihan padaku. Entahlah. Aku tak mau ambil pusing ..
"Mamah kita mau kemana sih ??. Dari tadi ga nyampe-nyampe. Segala pake bawa rombongan rame banget. Udah kayak mau ngebesan aja" Gerutuku. Mamah hanya tersenyum. Tak menanggapi ocehanku. Kesal .
Hingga akhirnya mamah dan keluarga besarku berhenti disebuah rumah minimalis. Yang aku sendiri tak tau ini rumah siapa ? .
Rumahnya unik, bercat abu-abu; yang dihiasi berbagai macam tanaman disetiap sudut rumah itu. Tidak terlalu besar, tapi arsitekturnya keren .
Duhhh.... saking sibuknya memandangi rumah iti. Aku sampai lupa menanyakan pemiliknya itu pada mamah. "Mahhh.. ini rumah siapa ?. Kenapa pada berhenti disini sih??" Lagi-lagi diam. Tak ada jawaban. Sungguh sangat-sangat menyebalkan sekali .
Mamah dan keluargaku yang lainnya masuk begitu saja kerumah itu. Meninggalkanku sendirian yang masih diam terpaku dengan sejuta peryanyaan menggelayut dalam pikiranku. Iyah, diam sendiri tanpa tau sekarang aku berada dimana ..
Tiba-tiba seorang pria memakai baju putih lengan pendek abu-abu dengan celana hitam sedikit diatas lutut menghampiriku. Aku tak tau dia siapa. Tapi senyumnya menandakan bahwa dia sangat mengenal baiķ ku. Dengan wajah tanpa dosa, dia menggandeng tanganku begitu saja. Aku sampai terkejut. Tapi tak berapa lama aku berontak .
"Siapa lho ? Maen gandeng-gandeng tangan gue aja. Ga tau diri lho" Ucapku kasar. Dia hanya tersenyum-tanpa sedikitpun melepaskan gandengannya itu.
Dan sekarang dia malah memaksaku pergi untuk mengikutinya. Tentu saja aku menolak. Dia ini pria asing. Mengenalnya saja aku tak pernah. Belum lagi luka hatiku yang tak kunjung kering. Malah membuatku semakin malas untuk berkenalan dengan lelaki lain. Tapi sepertinya dia tak perduli dengan semua ocehan kasarku dan pemberontakkan dariku. Karena buktinya dia masih tetap membawaku pergi mengikutinya. Dan. Akhirnya aku menyerah. Aku pasrah , mengikuti langkah kakinya pergi .
Akhirnya kita sampai di sebuah tempat yg ahh... sulit untukku deskripsikan.
Tempat itu sangat indah. Terdapat sebuah jembatan yg dikelilingi oleh pohon rimbun dan bunga-bunga nan indah. Sangat hijau dan udaranya begitu sejuk. Laksana tempat itu sengaja dibuat oleh tangan manusia. Tapi sungguh itu terbentuk secara alamj oleh alam.
Saking takjubnya , aku sampai melupakan amarahku kepada lelaki yg telah memaksaku kesini. Tapi ahhh.... aku tak perduli. Tempat ini begitu indah. Aku segera berlari menuju jembatan itu. Dibawahnya dialiri sungai yang sangat jernih, yang bersumber langsung dari air terjum disebelah kananku. Sungguh benar-benar menakjubkan ..
"Terimakasih" Ucapku pada pria asing itu. "Setidaknya tempat ini mampu membuatku melupakan sedikit rasa sakitku pada lelaki itu" Lanjutku
"Iyah, aku tau. Mangkannya aku bawa kamu kesini. Supaya bisa membuatmu tersenyum kembali seperti itu" Jawaban pria asing ini membuatku terkejut. Bagaimana mungkin dia tau masalahku. Pasti dia hanya asal trbak.
"Bagaimana mungkin kamu tau kesedihanku. Pasti kamu hanya asal menebak"
"Aku tau semuanya Ara. Dan aku tidak asal menebak. Aku tau kamu sakit hati sama lelaki itu. Lelaki yg dulu kau tak begitu memperdulikannya dan sekarang sangat kau ckntai. Aku tau bahkan kamu sampai memohon cinta darinya layaknya seorang pengemis. Aku tau semuanya Ra. Aku tau" Jelas, padat, dan lugas. Jawabannya benar-benar membuatku sangat terkejut.
"Siapa kau sebenarnya?. Bagaimana mungkin kamu tau semua ini. Siapa kau ?? Kini aku sedikit menjauh darinya .
"Jangan takut. Aku tidak jahat. Sini mendekat. Aku tidak akan menyakitimu"
"Jelaskan dulu siapa kau ??" Tegasku .
"Baiklah. Kamu tak perlu tau siapa aku. Yang pasti aku tau semuanya tentangmu karena aku penggemar yang tak pernah kau tau. " Kini aku sedikit lega .
"Lalu mengapa mamah mengajakku pergi kerumahmu ?. Ada hubungan apa kamu dengan mamah ?" Cerocosku tanpa jeda .
"Begini ceritanya. Saat itu aku melihat ibumu menangis ditaman kompleek perumahanmu. Aku memberanikan diri menghampiri ia dan menanyakan mengapa sampai menangis. Ibu mu bilang bahwa dia sangat sedih melihat kondisimu sekarang. Kamu yg tak mau makan, tak mau keluar, hanya berdiam diri dikamar sambil terus-terusan menangis. Ibumu khawatir dg keadaanmu Ra. Ibumu takut terjadi sesuatu denganmu. Aku akhirnya menawarkan diri kepada ibumu bahwa aku bisa menyembuhkanmu. Ia sempat tak percaya. Tapi setelah aku meyakinkan terus menerus. akhirnya ibumu percaya" Jawabnya dengan kalimat begitu panjang .
Aku hanya bisa terdiam. Tak ada kata yg mampu aku ungkapkan lagi. Semua kata yg telah diungkapkan pria asing ini benar-benar seperti belati yg langsung menancap jantungku. Aku tak pernah memikirkan orang-orang yg menyayangiku. Aku malah sibuk memikirkan seseorang yg jelas-jelas tak mencintaiku lagi.
"Kamu harus bangkit Ra. Kasihan ibu kamu dan saudara-saudara kamu dan sahabat-sahabatmu yg jelas-jelas peduli dan begitu menyayangimu. Kamu harus inget Ra. Kamu punya keluarga yg harus kamu bahagiakan. Kamu punya saudara yg harus kamu banggakan. Dan kamu punya sahabat yg harus kamu tularkan inspirasi kepada mereka. Wake up Ra, Wake up. Dia bukan yg terbaik, kamu harus sadar itu, meski hatimu menyangkalnya. Kamu tak bisa seperti ini terus. Kasihan orang-orang yg tulus menyayangimu Ra. Kamu harus bangkit"
Kini senyum mulai terlukis dari bibirku. Lelaki asing ini benar. Aku harus move on .
"Terimakasih nasihatnya. Kamu benar. Siapa namamu ??"
"Namaku ......"
Kukkuruyyyyuuukkk
belum sempat dia selesai menyebutkan namanya. Si jago telah bersuara-membuatku terbangun dari tidurku. Tapi kali ini dengqn penuh kebahagiaan :) :).
Hanya saja ada yg membuat ku masih bingung. Untuk apa semua kelurga besarku datang beramai-ramai kerumahnya. Munginkah ini pertanda ??
Entah bahagia. Entah sedih. Entahlah -,-
Semua berawal darii mimpi semalam
"Mah kita mau kemana ? . Tumben-tumbenan sekeluarga besar mau pergi bareng ?. " Mamah tak menanggapi pertanyaanku. Ia tetap melanjutkan langkahnya-sambil menggandeng tanganku tentunya .
Entah sudah berapa lama aku mengikuti langkah kaki mamah. Rasanya kaki ku ini serasa mau patah. Pegel. Cape .
Mamah yang melihat aku memegang lututku terus , hanya bisa tersenyum.
Entah apa arti dari senyumanitu. Entah mengeledekku atau kasihan padaku. Entahlah. Aku tak mau ambil pusing ..
"Mamah kita mau kemana sih ??. Dari tadi ga nyampe-nyampe. Segala pake bawa rombongan rame banget. Udah kayak mau ngebesan aja" Gerutuku. Mamah hanya tersenyum. Tak menanggapi ocehanku. Kesal .
Hingga akhirnya mamah dan keluarga besarku berhenti disebuah rumah minimalis. Yang aku sendiri tak tau ini rumah siapa ? .
Rumahnya unik, bercat abu-abu; yang dihiasi berbagai macam tanaman disetiap sudut rumah itu. Tidak terlalu besar, tapi arsitekturnya keren .
Duhhh.... saking sibuknya memandangi rumah iti. Aku sampai lupa menanyakan pemiliknya itu pada mamah. "Mahhh.. ini rumah siapa ?. Kenapa pada berhenti disini sih??" Lagi-lagi diam. Tak ada jawaban. Sungguh sangat-sangat menyebalkan sekali .
Mamah dan keluargaku yang lainnya masuk begitu saja kerumah itu. Meninggalkanku sendirian yang masih diam terpaku dengan sejuta peryanyaan menggelayut dalam pikiranku. Iyah, diam sendiri tanpa tau sekarang aku berada dimana ..
Tiba-tiba seorang pria memakai baju putih lengan pendek abu-abu dengan celana hitam sedikit diatas lutut menghampiriku. Aku tak tau dia siapa. Tapi senyumnya menandakan bahwa dia sangat mengenal baiķ ku. Dengan wajah tanpa dosa, dia menggandeng tanganku begitu saja. Aku sampai terkejut. Tapi tak berapa lama aku berontak .
"Siapa lho ? Maen gandeng-gandeng tangan gue aja. Ga tau diri lho" Ucapku kasar. Dia hanya tersenyum-tanpa sedikitpun melepaskan gandengannya itu.
Dan sekarang dia malah memaksaku pergi untuk mengikutinya. Tentu saja aku menolak. Dia ini pria asing. Mengenalnya saja aku tak pernah. Belum lagi luka hatiku yang tak kunjung kering. Malah membuatku semakin malas untuk berkenalan dengan lelaki lain. Tapi sepertinya dia tak perduli dengan semua ocehan kasarku dan pemberontakkan dariku. Karena buktinya dia masih tetap membawaku pergi mengikutinya. Dan. Akhirnya aku menyerah. Aku pasrah , mengikuti langkah kakinya pergi .
Akhirnya kita sampai di sebuah tempat yg ahh... sulit untukku deskripsikan.
Tempat itu sangat indah. Terdapat sebuah jembatan yg dikelilingi oleh pohon rimbun dan bunga-bunga nan indah. Sangat hijau dan udaranya begitu sejuk. Laksana tempat itu sengaja dibuat oleh tangan manusia. Tapi sungguh itu terbentuk secara alamj oleh alam.
Saking takjubnya , aku sampai melupakan amarahku kepada lelaki yg telah memaksaku kesini. Tapi ahhh.... aku tak perduli. Tempat ini begitu indah. Aku segera berlari menuju jembatan itu. Dibawahnya dialiri sungai yang sangat jernih, yang bersumber langsung dari air terjum disebelah kananku. Sungguh benar-benar menakjubkan ..
"Terimakasih" Ucapku pada pria asing itu. "Setidaknya tempat ini mampu membuatku melupakan sedikit rasa sakitku pada lelaki itu" Lanjutku
"Iyah, aku tau. Mangkannya aku bawa kamu kesini. Supaya bisa membuatmu tersenyum kembali seperti itu" Jawaban pria asing ini membuatku terkejut. Bagaimana mungkin dia tau masalahku. Pasti dia hanya asal trbak.
"Bagaimana mungkin kamu tau kesedihanku. Pasti kamu hanya asal menebak"
"Aku tau semuanya Ara. Dan aku tidak asal menebak. Aku tau kamu sakit hati sama lelaki itu. Lelaki yg dulu kau tak begitu memperdulikannya dan sekarang sangat kau ckntai. Aku tau bahkan kamu sampai memohon cinta darinya layaknya seorang pengemis. Aku tau semuanya Ra. Aku tau" Jelas, padat, dan lugas. Jawabannya benar-benar membuatku sangat terkejut.
"Siapa kau sebenarnya?. Bagaimana mungkin kamu tau semua ini. Siapa kau ?? Kini aku sedikit menjauh darinya .
"Jangan takut. Aku tidak jahat. Sini mendekat. Aku tidak akan menyakitimu"
"Jelaskan dulu siapa kau ??" Tegasku .
"Baiklah. Kamu tak perlu tau siapa aku. Yang pasti aku tau semuanya tentangmu karena aku penggemar yang tak pernah kau tau. " Kini aku sedikit lega .
"Lalu mengapa mamah mengajakku pergi kerumahmu ?. Ada hubungan apa kamu dengan mamah ?" Cerocosku tanpa jeda .
"Begini ceritanya. Saat itu aku melihat ibumu menangis ditaman kompleek perumahanmu. Aku memberanikan diri menghampiri ia dan menanyakan mengapa sampai menangis. Ibu mu bilang bahwa dia sangat sedih melihat kondisimu sekarang. Kamu yg tak mau makan, tak mau keluar, hanya berdiam diri dikamar sambil terus-terusan menangis. Ibumu khawatir dg keadaanmu Ra. Ibumu takut terjadi sesuatu denganmu. Aku akhirnya menawarkan diri kepada ibumu bahwa aku bisa menyembuhkanmu. Ia sempat tak percaya. Tapi setelah aku meyakinkan terus menerus. akhirnya ibumu percaya" Jawabnya dengan kalimat begitu panjang .
Aku hanya bisa terdiam. Tak ada kata yg mampu aku ungkapkan lagi. Semua kata yg telah diungkapkan pria asing ini benar-benar seperti belati yg langsung menancap jantungku. Aku tak pernah memikirkan orang-orang yg menyayangiku. Aku malah sibuk memikirkan seseorang yg jelas-jelas tak mencintaiku lagi.
"Kamu harus bangkit Ra. Kasihan ibu kamu dan saudara-saudara kamu dan sahabat-sahabatmu yg jelas-jelas peduli dan begitu menyayangimu. Kamu harus inget Ra. Kamu punya keluarga yg harus kamu bahagiakan. Kamu punya saudara yg harus kamu banggakan. Dan kamu punya sahabat yg harus kamu tularkan inspirasi kepada mereka. Wake up Ra, Wake up. Dia bukan yg terbaik, kamu harus sadar itu, meski hatimu menyangkalnya. Kamu tak bisa seperti ini terus. Kasihan orang-orang yg tulus menyayangimu Ra. Kamu harus bangkit"
Kini senyum mulai terlukis dari bibirku. Lelaki asing ini benar. Aku harus move on .
"Terimakasih nasihatnya. Kamu benar. Siapa namamu ??"
"Namaku ......"
Kukkuruyyyyuuukkk
belum sempat dia selesai menyebutkan namanya. Si jago telah bersuara-membuatku terbangun dari tidurku. Tapi kali ini dengqn penuh kebahagiaan :) :).
Hanya saja ada yg membuat ku masih bingung. Untuk apa semua kelurga besarku datang beramai-ramai kerumahnya. Munginkah ini pertanda ??
Langganan:
Komentar (Atom)







