opick - cukup bagiku

div style="text-align: center;">

Rabu, 23 Januari 2013

Sifat Sifat Allah






Bismillahir-Rahmanir-Rahim..

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

»» Sifat - Sifat Allah Subhanahu Wa Ta'ala ««

Asma` Allah tidak terbatas pada bilangan tertentu, berdasarkan sabda Rasulullah :

مَا أَصَابَ مُسْلِمًا قَطُّ هَمٌّ وَلاَ حَزَنٌ فَقَالَ اللّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَاْبنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي فِى يَدِكَ مَاٍض فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاءُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِى كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِى عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِي وَجلاَءَ حُزْنِي وَذهَابَ هَمِّي إِلاَّ أَذْهَبَ اللهُ هَمَّهُ وَأَبْدَلَهُ مَكَانَ حُزْنِهِ فَرَحًا

'Tidak ada duka cita dan kesedihan yang menimpa seorang muslim, lalu ia membaca: 'Ya Allah sesungguhnya aku adalah hamba-Mu dan putra dari jariyah-Mu, ubun-ubunku berada di tangan-Mu, berlaku padaku hukum-Mu, sangat adil padaku keputusan-Mu, aku memohon kepada-Mu dengan seluruh asma-Mu, yang telah Engkau namakan untuk diri-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau engkau ajarkan kepada seseorang di antara makhluk-Mu, atau masih dalam rahasia gaib pada-Mu, yang hanya Engkau sendiri yang mengetahuinya, agar Engkau jadikan al-Qur`an sebagai penyejuk hatiku, pembersih sakit hatiku, dan penghapus kesedihanku,' melainkan Allah menghilangkan kesedihan hatinya dan menggantikan tempat duka citanya menjadi kebahagiaan.'

HR. al-Hakim 1877, Ibnu Hibban 972, Ahmad 3712 &4318, Ibnu Abi Syaibah 28318, dan Thabrani dalam al-Mu'jamul Kabir 10352-Shahih).
Dia menjadikan asma-Nya menjadi tiga bagian:

1.Nama yang Dia berikan untuk dirinya dan Dia beritahukan kepada para malaikat-Nya atau yang lainnya, namun nama-nama-Nya tidak disebutkan dalam kitab-Nya.

2.Dia menurunkan nama itu dalam kitab-Nya dan memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya.

3.Yang menjadi rahasia gaib padanya dan hanya Dia sendiri yang mengetahuinya, tidak ada seorangpun di antara makhluk yang mengetahuinya. Oleh karena itu Nabi bersabda: "Ista`tsarta bihi" artinya hanya Engkau yang mengetahuinya. Dan berdasarkan ini Nabi bersabda dalam hadits syafaat:

diantara 99 nama sifat Allah :

Allâh ( (لله

Dialah Sesembahan yang (berhak) disembah (al-Ma’lûh al-ma’bûd),
Yang Memiliki sifat ketuhanan absolut dan sifat ‘ubudiyah (hak
peribadatan) atas seluruh makhluk-Nya. Dia tersifati dengan sifat sifat
ketuhanan, di mana semua sifat tersebut adalah sifat-sifat
sempurna.

Al-Mâlik ( (المالك

Nama Al-Malik, Al-Mâlik atau Yang Maha Memiliki kerajaan,
artinya: Dialah yang memiliki sifat-sifat keagungan, kebesaran,
kekuasaan dan pengaturan yang absolut pada penciptaan,
pengaturan dan pembalasan. Dia lah Pemilik seluruh alam semesta
ini, baik yang tinggi (di langit) maupun yang rendah (di bumi).
Semua yang menjadi hamba maupun rajanya, membutuhkan
(pertolongan)-Nya.

Al-Wâhid ( الواحد ) / Al-Ahad ( (الأحد

Dialah Yang Maha Tunggal dengan segala kesempurnaan dan tidak
ada satupun pun yang bersekutu dengan-Nya dalam
kesempurnaan ini. Karena itu wajib bagi setiap hamba untuk
mentauhidkan-Nya, baik secara keyakinan (i’tiqod), perkataan dan
perbuatannya, yaitu dengan mengakui kesempurnaan-Nya yang
absolut dan ketuhanannya-Nya yang Maha Tunggal serta
mengesakan-Nya dalam segala bentuk ibadah.

Ash-Shamad ( (الصمد

Dia lah Dzat yang semua makhluk membutuhkan-Nya pada semua
kebutuhan, keadaan dan kegentingan mereka, hanya Dia-lah sang
pemilik kesempurnaan yang absolut baik dalam Dzat, nama-nama,
sifat-sifat dan perbuatan-Nya.

hukum yang tiga, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hukum
tersebut: Dia yang memutuskan perkara hamba-hamba-Nya dalam
hukum, takdir dan balasan perbuatan mereka.
Adapun al-Hikmah artinya adalah menempatkan sesuatu pada
tempatnya dan meletakkan sesuatu pada posisinya.
Ar-Rahman ( ,(الرحمن
Ar-Rahîm ( ,(الرحیم
Al-Birr ( ,(البر
Al-Karîm ( ,(الكریم
Al-Jawwâd ( ,(الجواد
Ar-Ra`ûf ( الرؤوف ), dan
Al-Wahhâb ( (الوھاب
Semua nama-nama ini memiliki makna yang berdekatan.
Keseluruhannya menunjukkan penyifatan Rabb (terhadap diri-Nya)
dengan sifat rahmah (kasih sayang), birr (baik), al-Jûd (dermawan)

Al-Bashîr ( (البصیر
Yang Maha Melihat segala sesuatu sampai yang terhalus dan
terkecil sekalipun. Dia dapat melihat seekor semut hitam yang
merayap di atas batu hitam di tengah malam yang gelap gulita.
Ia juga mampu melihat isi dasar bumi pada lapisan yang ke tujuh
sebagaimana Dia juga mampu melihat di atas lapisan langit yang ke
tujuh.
Dia juga Maha Mendengar lagi Maha Melihat siapa saja yang
pantas mendapatkan balasan sesuai dengan kebijaksanaan-Nya.
Makna yang terakhir (dari nama yang bergandengan) ini kembali
pada kebijaksanaan-Nya.

Al-Hamîd ( (الحمید
Yang Maha Terpuji baik di dalam Dzat, Nama-Nama, Sifat-Sifat dan
Perbuatan-Nya. Dia memiliki nama yang paling indah, memiliki
sifat-sifat yang paling sempurna, serta memiliki perbuatan yang paling baik lagi sempurna, karena segala perbuatan-Nya berputar
diantara karunia dan keadilan-Nya.
Al-Majîd ( ,(المجید
Al-Kabîr ( ,(الكبیر
Al-‘Azhîm ( العظیم ), dan
Al-Jalîl ( (الجلیل
Nama-nama ini menggambarkan sifat-sifat al-Majd (kemuliaan), al-
Kibriyâ` (kebesaran), al-Uzhmah (keagungan) dan al-Jalâl
(keluhuran), di mana Dialah Yang Maha besar dari segala sesuatu,
Yang Maha Agung, Maha Luhur dan Maha Tinggi dari segalanya.
Yang pantas mendapatkan pengagungan dan pemuliaan dari lubuk
hati manusia pilihan dan para wali-Nya, yang mana hati-hati mereka
terisi penuh dengan pengagungan, pemuliaan dan ketundukan serta
merasa rendah pada kebesaran-Nya.

Al-‘Afwu ( ,(العفو
Al-Ghafûr ( الغفور ) dan
Al-Ghaffâr ( (الغفار
Yang tidak akan sirna dan akan senantiasa dikenal Sifat Pemaafnya,
lagi Yang Maha Pengampun terhadap hamba-hamba-Nya.
Setiap orang pasti membutuhkan maaf dan ampunan-Nya,
sebagaimana ia juga memerlukan rahmat dan karunia-Nya. Dia
telah menjanjikan ampunan dan maaf bagi siapa saja yang telah
menjalankan sebab-sebabnya. Allâh berfirman: “Dan
sesungguhnya Aku benar-benar Maha Pengampun bagi orang
yang bertobat, beriman, beramal shaleh kemudian tetap di jalan
yang benar” (QS Thâha : 82)

At-Tawwâb ( (التواب
Yang senantiasa menerima taubat hamba-hamba-Nya yang mau
bertaubat dan mengampuni seluruh dosa hamba-hamba-Nya yang
mau kembali. Siapa saja yang bertaubat kepada Allâh dengan
taubat yang sebenarnya (taubatan nashûha) niscaya Allâh pasti
menerima taubatnya, karena Dialah Sang Penerima Taubat atas
hamba-Nya (dengan sebab) : Pertama, dengan memberikan taufik
kepada mereka untuk bertaubat dan menerima dengan ketulusan
hati, dan (kedua), Dialah penerima taubat mereka, tentu setelah
mereka bertaubat, sebagai bentuk penerimaan-nya dan sebagai
tanda maaf atas dosa-dosa mereka.

Al-Quddûs ( القدوس ), dan
As-Salâm ( (السلام
Yang diagungkan dan disucikan dari seluruh sifat kekurangan dan
dari penyetaraan dengan makhluk-Nya. Sebab Dia tersucikan dari
segala kekurangan, dan tersucikan pula dari penyetaraan
seseorang dengan salah satu sifat kesempurnaan-Nya, (Allâh
berfirman) “tidak ada sesuatu yang serupa dengan-Nya”, “dan
tidak ada yang setara dengan-Nya”, “adakah satu keserupaan
dengan-Nya”, “maka janganlah kalian membuat tandingan tandingan
untuk Allâh”.
Kata Al-Quddûs demikian pula As-Salâm, keduanya menafikan
kekurangan sifat(Allâh) dari segala sisi, sebagaimana kedua nama
ini juga mengandung kesempurnaan mutlak pada sifat Allâh dari
segala sisi. Karena jika sifat kekurangan itu dinafikan, maka yang
tetap semuanya hanyalah kesempurnaan.

Al-‘Alî ( العلي ) dan
Al-A’lâ ( (الأعلى
Dialah Yang memiliki ketinggian mutlak dari segala sisi, baik
ketinggian Dzat, kehormatan, sifat-sifat dan kekuasaan-Nya. Dialah
yang bersemayam di atas Arsy dan yang memiliki kerajaan.
Terkumpul pada-Nya seluruh sifat-sifat keagungan, kebesaran,
kemuliaan, keindahan dan pada-Nya puncak kesempurnaan

Al-‘Azîz ( (العزیز
Yang Memiliki Seluruh Kemulian: baik kemulian kekuatan,
kemenangan dan mencegah, sehingga setiap orang terhalang
memiliki kemulian ini, sementara Dia menguasai seluruh makhluk,
pada-Nya setiap makhluk merendah, serta tunduk patuh pada
keagungan-Nya.

Al-Qowî ( القوي ) dan
Al-Matîn ( (المتین
Nama ini semakna dengan sifat Al-Azîz (Maha Mulia).
Al-Jabbâr ( (الجبار
Nama ini semakna dengan nama Al-Alî Al-A'lâ (Yang Maha Tinggi),
Al-Qahhâr (Yang Maha Kuasa) dan Ar-Ra`ûf (Yang Maha Pengasih).
(Makna al-Jabbâr) Dialah yang membenahi hati yang telah keruh
juga mencukupi kebutuhan hamba yang lemah tak berdaya, dan
Dialah Yang menghibur mereka yang bersandar pada-Nya.

Al-Mutakabbir ( (المتكبر
Yang Maha Besar Winarto yang bebas dari keburukan, kekurangan dan
kelemahan karena keagungan dan kebesaran-Nya.

Al-Khâliq ( ,(الخالق
Al-Bâri` ( البارئ ), dan
Al-Mushawwir ( (المصور
Dialah Yang menciptakan seluruh makhluk yang ada. Ia
menciptakannya menurut kebijaksanaan-Nya. Ia membentuk
rupanya berdasarkan sifat terpuji dan kebijaksanaan-Nya. Dia
senantiasa dan akan tetap berada dalam sifat yang agung ini.

Al-Mu`min ( (المؤمن
Dialah Yang menyanjung diri-Nya dengan sifat-sifat sempurna,
dengan sifat agung dan indah yang paripurna. Dia mengutus para
Rasul-Nya, menurunkan kitab-kitab suci-Nya dengan penjelasan
bukti-bukti dan keterangan yang nyata, dan membenarkan para
Rasul yang datang dengan setiap ayat dan keterangan yang nyata
menunjukkan akan kebenaran risalah yang mereka bawa.

Al-Muhaimin ( (المھیمن
Yang dapat memantau setiap perkara yang tersembunyi, bahkan
mengetahui yang terbetik di dalam dada hamba-Nya, karena Dialah
Pemilik ilmu atas segala sesuatu.

Al-Qodîr ( (القدیر
Yaitu kekuasaan yang sempurna. Dengan sebab kekuasaan-Nya, Dia
Mengadakan segala apa yang ada. Dengan kekuasaan-Nya pula
mengatur, membenahi, menghukumi, menghidupkan, mematikan
dan membangkitkan untuk pembalasan amal, dan Ia balas bagi yang
berbuat baik dengan pahala dan mengganjar seorang pendosa
karena dosanya. Apabila Ia menghendaki sesuatu maka Ia
mengatakan : "jadilah” maka jadilah. Dan dengan kekuasaan-Nya,
Dia mampu membolak-balik hati hamba-hamba-Nya, menurut
kehendak dan keinginan-Nya.

Al-Lathîf ( (اللطیف
Dialah Yang memiliki ilmu yang menyelimuti perkara-perkara
rahasia lagi tersembunyi. Yang mengetahui rahasia batin dan
perkara-perkara halus. Yang Maha Lembut kepada hamba-hamba
yang beriman, sebagai penyalur kebaikan mereka, yang muncul dari
luapan kelembutan dan santunan-Nya melalui jalan yang beragam
tanpa dirasakan oleh mereka. Nama ini semakna dengan Al-Khabîr
(Yang Maha Mengetahui) dan Ar-Ra`ûf (Yang Maha Pengasih).

Al-Hasîb ( (الحسیب
Dialah Yang Maha Mengetahui akan hamba-hamba-Nya, Yang
menanggung beban orang-orang yang bertawakkal, Yang membalas
amal baik buruk hamba-hamba-Nya, seiring dengan kebijaksanaan
dan ilmu-Nya terhadap segala amal yang kecil lagi halus.

Ar-Raqîb ( (الرقیب
Yang dapat memantau perkara yang disembunyikan oleh hati, Yang
menetapkan balasan perbuatan setiap yang diusahakan oleh setiap
jiwa, dan Yang memelihara segala makhluk dengan
memperlakukannya dengan sebaik-baik aturan dan keputusan.

Al-Hafîzh ( (الحفیظ
Yang Memelihara ciptaan-Nya dan Ilmu-Nya meliputi setiap yang
diciptakan-Nya. Dialah yang Memelihara wali-wali-Nya dari dosa
dan kebinasaan, dan berlaku lembut dengan mereka di setiap
gerakan dan aktivitas mereka, dan Dia menghitung dan membalas
mereka berdasar amalan yang telah diperbuat oleh mereka.

Al-Muhîth ( (المحیط
Yang Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu, Yang Maha Kuasa,
Maha Pengasih dan Maha Berkemampuan atas segalanya.

Al-Qohhâr ( (القھار
Yang Maha Perkasa terhadap segala sesuatu, dimana pada-Nya
seluruh makhluk tunduk lagi merendahkan dan menghinakan diri
dihadapan-Nya lantaran kemuliaan, kekuatan dan kesempurnaan
ketentuan-Nya.

Al-Muqît ( (المقیت
Yang Memberikan apa yang dibutuhkan oleh setiap makhluk, Yang
Menyalurkan rizki mereka dan Menentukannya sesuai dengan
kehendak-Nya menurut kebijaksanaan dan kemuliaan-Nya.

Al-Wakîl ( (الوكیل
Yang Bertanggung Jawab mengatur urusan hamba-Nya sesuai ilmu,
kekuasan-Nya yang sempurna dan kebijaksanaan-Nya yang
komprehesif. Dialah Yang memelihara para wali-Nya dan
memudahkan urusan mereka dan menjauhkan mereka dari
kesulitan, serta Dia cukupi kebutuhan mereka. Jadi, barang siapa
yang menjadikan-Nya sebagai pemeliharanya, maka Dia sudah
cukup sebagai penolongnya (sebagaimana Firman-Nya) "Allâh
adalah Penolong orang-orang yang beriman, Ia telah mengeluarkan
mereka dari kegelapan menuju cahaya".

Dzûl Jalâli wal Ikrâm
(ذو الجلال والإكرام)
Yaitu, Yang memiliki kebesaran, keagungan dan Yang memiliki
rahmat, kedermawanan dan kebaikan yang menyelimuti perkara
umum dan khusus, Dia Yang memuliakan para wali dan segenap
orang pilihan-Nya, yang mereka juga memuliakan, mengangungkan
dan mencintai-Nya.

Al-Wadûd ( (الودود
Yang mencintai Para Nabi dan Rasul-Nya, serta para pengikut
mereka, dan mereka pun mencintai-Nya. Dia lebih dicintai oleh
mereka dibandingkan segalanya. Hati-hati mereka telah terisi oleh
rasa cinta kepada-Nya, dan lisan-lisan mereka terus bergerak
menyanjung-Nya. Relung hati mereka senantiasa dipenuhi oleh rasa
cinta, ikhlas dan penuh harapan kepada-Nya.

Al-Fattâh ( (الفتّاح
Yang memutuskan perkara hamba-hamba-Nya dengan hukumhukum
syariat, keputusan takdir dan ketetapan balasan perbuatan
mereka. Yang dengan kelembutan-Nya membuka penglihatan
orang-orang yang jujur, membuka hati-hati mereka untuk
mengenal, mencintai dan kembali pada-Ny. Dia juga yang membuka
pintu-pintu rahmat dan rizki yang beragam bagi hamba-hamba-Nya,
serta membuka jalan amal mereka untuk berusaha, yang
dengannya mereka menuai hasil dari usaha tersebut baik di dunia
maupun di akhirat “Apa saja yang Allâh anugerahkan kepada
manusia berupa rahmat, maka tidak seorangpun yang dapat
menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allâh, maka tidak
seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu”.

Ar-Razzâq ( (الرزاق
Yang Maha Pemberi rizki untuk segenap Hamba-Nya, sehingga tidak
satupun makhluk yang melata di atas permukaan bumi ini,
melainkan telah Allâh penuhi rizkinya. Rizki-Nya kepada hambahamba-
Nya ini terbagi menjadi dua bagian: (Pertama) rizki yang
umum, mencakup untuk semua orang baik yang shâlih maupun
pendosa, generasi yang terdahulu hingga yang terakhir, dan rizki ini
adalah rizki yang bersifat fisik. (Kedua) rizki yang khusus, yaitu
berupa hati, dimana pemenuhannya disuguhkan dengan ilmu dan
iman, serta rizki yang halal untuk membatu tegaknya agama Allâh.
Rizki semacam ini hanya diistimewakan bagi orang-orang yang
beriman, berdasarkan derajat keimanan mereka, sesuai dengan
kebijaksanaan dan rahmat-Nya.

Al-Hakam ( الحكم ), dan
Al-‘Adl ( (العدل
Yang memutuskan perkara diantara hamba-hamba-Nya di dunia
dan di akhirat dengan keadilan-Nya; sedikitpun Dia tidak
mengurangi berat timbangan amal seseorang walau seberat biji
dzarrah, dan dia tidak akan membebani seseorang dengan dosa
orang lain. Dia tidak akan membalas seorang hamba melebihi
dosanya dan Dia akan menunaikan hak-hak kepada yang berhak,
sehingga Dia tidak membiarkan setiap pemilik hak tersebut
melainkan akan diberinya. Dialah Yang Maha Adil dalam aturan dan
ketetapan-Nya, “Sesungguhnya Tuhanku tetap berada di atas Jalan
(keputusan-Nya) yang lurus”.

Jâmi’un Nâs ( (جامع الناس
Yang Maha Mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada
keraguan padanya, dan Dia pula yang mengumpulkan seluruh amal
perbuatan dan rizki mereka, tidak ada yang tertinggal sedikitpun
amal yang kecil maupun besar melainkan akan dihitung oleh-Nya.
Dia juga yang akan mengumpulkan perkara yang telah terpisah dan
dianggap mustahil;yaitu mengumpulkan manusia yang telah
meninggal dari generasi pertama maupun terakhir (kelak di padang
mahsyar, pent.), hal ini karena kesempurnaan kekuasaan dan
keluasan ilmu-Nya.

Al-Hayyu ( الحي ), dan
Al-Qoyyûm ( (القیوم
Yang memiliki kehidupan yang sempurna dan terus berdiri dengan
sendiri. Yang terus menerus berdiri mengurus penduduk langit dan
bumi, mengurus rizki mereka dan membenahi seluruh keadaan
mereka. Maka nama Al-Hayyu adalah sebuah nama yang
mengandung makna seluruh sifat dzat, dan nama Al-Qayyûm adalah
sebuah nama yang mengandung makna seluruh sifat perbuatan.

An-Nûr ( (النور
Pemberi cahaya langit dan bumi, Yang memberikan cahaya ke
dalam hati-hati orang yang berpengetahuan, dengan cara mengenal
dan mengimani-Nya. Menyinari akal mereka dengan cahaya
petunjuk. Dan Dialah Yang telah menyinari langit dan bumi dengan
berbagai cahaya yang telah ditetapkan oleh-Nya. Hijab
(penghalang)-Nya adalah cahaya, jika seandainya Dia membukanya
maka pancaran sinar wajah-Nya akan menghanguskan seluruh
makhluk yang di pandang oleh-Nya.

Badî’us Samâwât wal Ardhi (بدیع السماوات والأرض)
Yaitu Dialah Sang Pencipta dan Inovator langit dan bumi, yang pada
penciptaannya telah mencapai puncak keindahan penciptaan,
keteraturan yang menakjubkan dan nyata.

Al-Qâbidh ( القابض ),dan
Al-Bâsith ( (الباسط
Al-Qâbidh adalah Yang Maha Mencabut nyawa dan menarik rizki
sedangkan Al-Bâsith adalah Yang Maha Melapangkan rizki dan
melanggengkan hati. Yang demikian itu berlaku karena
kebijaksanaan dan rahmat-Nya.

Al-Mu’thî ( المعطي ),dan
Al-Mâni’ ( (المانع
Tidak ada satupun yang dapat menahan apa yang Ia berikan, dan
tidak ada satupun yang dapat memberi apa yang Ia tahan. Maka
semua kebaikan dan manfaat haruslah dipinta dan diharapkan dari-
Nya, karena Dialah Yang memberi pemberian kepada siapa yang
dikehendaki-Nya, sebagaimana Dia mencegahnya menurut
kehendak-Nya, berdasarkan kebijakan dan rahmat-Nya.

Asy-Syahîd ( (الشھید
Yaitu Yang Maha Menyaksikan segala sesuatu, Mendengarkan
semua getaran suara baik yang tersembunyi maupun yang tampak,
Melihat semua yang wujud baik yang halus maupun yang tampak,
yang kecil maupun yang besar. Dan ilmu-Nya meliputi segala
sesuatu, yang dengannya Dia menyaksikan dan mengetahui
perbuatan hamba-hamba-Nya.

Al-Mubdî` ( المبدئ ),dan
Al-Mu’îd ( (المعید
Allâh Ta’âlâ berfirman: “Dan Dialah Yang Mengawali
penciptaannya, kemudian Membangkitkan mereka”. Dialah yang
mengawali penciptaan mereka, untuk menguji diantara mereka
siapa yang paling baik amal perbuatannya, lalu Dia membangkitkan
mereka untuk membalas amal mereka menurut baik dan buruknya.
Demikian juga Dialah yang menciptakan seluruh makhluk setahap
demi setahap, kemudian Dia membangkitkannya dalam satu waktu.

Al-Fa’âlu Limâ Yurîd (الفعال لما یرید)
Yang Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya, dan hal ini
terwujud karena kesempurnaan kekuatan-Nya dan karena
kemurnian kehendak dan kekuasaan-Nya. Bahwa segala perkara
yang dikehendaki-Nya pasti akan dilakukannya, tanpa ada satupun
pun yang sanggup melarang atau menyanggah-Nya, dan tiada
satupun yang mampu menjadi pembantu dan penolong-Nya,
terhadap segala hal yang akan terjadi. Bahkan jika Dia menghendaki
sesuatu Ia mengatakan jadilah maka jadilah. Sebagaimana Dia juga
Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya, maka kehendak-Nya
menyertai kebijakan dan kemuliaan-Nya, karena Dia tersifati
dengan kekuasaan yang sempurna dan memiliki kebebasan
berkehendak. Serta Dia juga tersifati dengan sifat kebijaksanaan
yang mencakup seluruh apa yang telah, sedang dan akan dilakukan.

Al-Ghonî ( الغني ), dan
Al-Mughnî ( (المغني
Dia Yang Maha Kaya dalam Dzat-Nya, Yang memiliki kekayaan yang
sempurna lagi absolut, dari segala sisi dan tinjauan, karena
kesempurnaan diri-Nya dan kesempurnaan sifat-sifat-Nya. Tidak
ada celah kekurangan sedikitpun dari segala sisi, tetap saja
selamanya Ia Maha Kaya. Karena kekayaan-Nya merupakan
konsekuensi dari Dzat-Nya, sebagaimana Dia akan tetap sebagai
Maha Pencipta, Maha Kuasa, Maha Pemberi rizki dan Maha Baik.
Tidak butuh kepada seorang pun untuk segala hal. Dialah Yang
Maha Kaya, di tangan-Nya lah segala perbendaharaan langit dan
bumi, serta perbendaharaan dunia dan akhirat. Sedangkan al-
Mughnî adalah Dialah Yang Maha Mencukupi makhluk-Nya secara
umum, dan mencukupi manusia yang khusus dengan curahan
kemurahan-Nya ke dalam hati mereka dengan pengetahuan
robbanî dan hakikat keimanan.

Al-Halîm ( (الحلیم
Dialah yang melimpahkan semua nikmat baik yang lahir maupun
yang batin kepada makhluk-Nya, walau mereka banyak bermaksiat
dan bersalah. Namun Dia tetap bersikap santun kepada mereka
sesuai dengan kadar kemaksiatan mereka, kiranya mereka mau
untuk bertaubat kepada-Nya dan kembali kepada-Nya.

Asy-Syâkir ( الشاكر ), dan
Asy-Syakûr ( (الشكور
Dia berterima kasih dari amal perbuatan (hamba-Nya) yang sedikit
dan mengampuni kesalahan dan dosa yang berlimpah. Dia
mengganjar dengan pahala yang berlipat ganda terhadap amal
perbuatan orang-orang yang ikhlas lagi tulus tanpa mengharapkan
imbalan, berterima kasih kepada orang-orang yang mensyukuri
nikmat dan menyebut orang yang menyebut-Nya. Barang siapa
yang mendekatkan diri kepada-Nya dengan satu amal Shâlih, maka
Allâh mendekatinya lebih banyak lagi (dengan ganjara pahala dan
karunia, ed.).

Al-Qorîb ( القریب ),dan
Al-Mujîb ( (المجیب
Dialah Yang Maha dekat kepada setiap hamba, dan kedekatan-Nya
pada hamba-Nya terbagi menjadi dua macam: (Pertama) kedekatan
yang bersifat umum untuk semua makhluk, dengan ilmu pengetahuan,
pengawasan, persaksian dan pemantauan-Nya.
(Kedua) kedekatan yang bersifat khusus untuk hamba, pemohon
dan para pecinta-Nya, dan kedekatan model yang kedua ini tidak
diketahui hakikatnya, ia hanya bisa dideteksi dari pengaruh baiknya,
seperti: kelembutan-Nya pada hamba-Nya, serta inayat dan
bimbingan-Nya kepadanya.
Dan di antara pengaruhnya adalah dikabulkannya do'a orang-orang
yang meminta kepada-Nya dan kembalinya hamba-hamba-Nya. Dia
mengabulkan doa orang-orang yang berdo’a pada-Nya secara
umum, bagaimanapun keadaan, kondisi dan dimanapun mereka
berada. Sebagaimana Dia telah menjanjikan janji yang mutlak ini
kepada mereka, yaitu bahwa Dia akan mengabulkan doa orangorang
khusus yang memenuhi dan tunduk terhadap syariat-Nya, Dia
juga mengabulkan doa orang yang sedang mengalami
kegentingan/keadaan darurat, mengabulkan doa orang yang telah
putus harapan tapi masih memiliki hubungan dengan-Nya,
karena dorongan rasa harap yang besar pada ampunan-Nya, harapan dan
takut pada-Nya.

Al-Kâfî ( (الكافي
Yang Maha Mencukupi semua yang diperlukan dan dibutuhkan.
Dialah Yang Maha Memenuhi secara khusus berbagai kebutuhan
baik dunia dan akhirat orang-orang yang beriman, bertawakkal dan
bersandar pada-Nya.

Al-Awwal ( ,(الأول
Al-Âkhir ( ,(الآخر
Azh-Zhâhir ( الظاھر ),dan
Al-Bâthin ( (الباطن
Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskannya dengan
tafsiran yang lengkap dan jelas. Beliau Shallallâhu ‘alaihi wa sallam
bersabda ketika menyeru Rabb-nya :

أنت الأول فلیس قبلك شيءٌ وأنت الآخر فلیس بعدك شيءٌ ،
وأنت الظاھر فلیس فوقك شيءٌ ، وأنت الباطن فلیس دونك شيءٌ
“Engkau lah Yang Maha Pertama, sehingga tidak ada sesuatu
apapun yang mendahului-Mu, dan Engkaulah Yang Terakhir, tidak
ada sesuatu apapun yang mengakhiri-Mu. Engkau lah Yang Tampak,
sehingga tidak ada sesuatu pun yang berada di atas-Mu, dan
Engkaulah yang Maha Batin, sehingga tidak ada sesuatu pun yang
berada di bawah-Mu.”

Al-Wâsi’ ( (الواسع
Yang Maha Luas sifat-sifat dan karakteristik serta hubungan kedua-
Nya tersebut, di mana tidak seorang pun yang dapat menghitung
sanjungan yang dipersembahkan kepada-Nya. Bahkan sebagaimana
Ia menyanjung diri-Nya sendkiri, Yang Maha Luas keagungan,
kekuasaan dan kerajaan-Nya, dan Yang Maha Luas karunia dan
kebaikan, serta keagungan dan kedermawanan-Nya.

Al-Hadî ( الھادي ),dan
Ar-Rasyîd ( (الرشید
Yaitu: Dialah Yang Maha Memberi petunjuk dan Membimbing
semua hamba-Nya menuju kebaikan dan menghindari keburukan.
Dia mengajari mereka dari apa yang tidak diketahui, Memberi
mereka hidayah taufik dan bimbingan, Mengilhamkan ketakwaan
kepada mereka, dan Menjadikan hati-hati mereka patuh dan
tunduk pada perintah-Nya.
Adapun Nama Ar-Rasyîd mengandung makna Al-Hakîm (Yang Maha
Bijaksana), yaitu Dia Maha Bijaksana di dalam firman dan
perbuatan-Nya. Seluruh syariat-Nya seluruhnya adalah kebaikan,
bimbingan dan kebijaksanaan dan pada ciptaan-Nya terkandung
bukti atas bimbingan Allâh.

Al-Haq ( (الحقّ
Dialah Yang Maha Benar di dalam dzat dan sifat-sifat-Nya. Ia
merupakan konsekuensi wajib akan eksistensi-Nya.
Pemilik sifat sifat dan ciri-ciri yang sempurna.
Eksistensi-Nya merupakan
kelaziman dari Dzat-Nya, karena tidak ada suatu pun yang eksis
melainkan memiliki Dzat. Dia tetap dan senantiasa tersifati dengan
keagungan, kemuliaan, keindahan dan kesempurnaan. Senantiasa
dan tetap dikenal dengan keluhuran-Nya. Sebab perkataan,
perbuatan, pertemuan, Rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya dan
agama-Nya adalah benar. Peribadatan hanya pada-Nya yang tiada
sekutu bagi-Nya adalah benar, dan semua yang disandarkan
kepada-Nya adalah benar. (Sebagaimana firman-Nya):

ذلك بأن لله ھو الحق وأن ما یدعون من دونھ ھو الباطل وأن لله
ھو العليّ الكبیر

“Yang demikian itu bahwasanya Allâh adalah Tuhan Yang benar
untuk disembah, dan apa yang kalian seru selain-Nya dia adalah
batil, dan Allâh Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar

“Katakanlah: kebenaran datangnya dari Tuhanmu, maka
barangsiapa yang menghendakinya, hendaklah ia beriman, dan
barang siapa yang menghendaki (selainnya) pastilah ia kafir"

" فماذا بعد الحق إلا الضلال
“Dan tidaklah setelah kebenaran melainkan kesesatan”

وقل جاء الحق وزھق الباطل إن الباطل كان زھوقًا
“Katakanlah, telah datang kebenaran dan kebatilan pun lenyap,
sesungguhnya kebatilan pasti akan sirna.”

sebenarnya di dalam al-qur'an dan hadits sifat Allah itu lebih dari 99. tapi yang di utamakan yang 99 ini. itu saja banyak yang ga tau, kebanyakan memakai yang 20, yang berasal dari hadits dhaif / lemah.

Semoga bermanfaat..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar